Friday, September 23, 2011

English Idiom

Pengertian Idiom


Sebagai salah satu unit penerjemahan, idiom menjadi bagian penting dalam suatu bahasa. Nurachman Hanafi dalam Teori dan Seni Menerjemahkan, 1984, h.46 mengatakan bahwa “ apa yang sebenarnya diterjemahkanbukanlah bahasanya, melainkan isinya. Bagi kita bukan masalah karena baik isi dan bahasanya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan (manunggal).” Idiom dalam sebuah teks merupakan salah satu unsur isi tersebut yang harus di terjemahkan. Menerjemahkan idiom dalam suatuteks otomatis juga akan menerjemahkan bagian dari bahasa itu.

Isi dalam sebuah teks tidak akan tersampaikan bila kita hanya menerjemahkan salahsatu dari kelima unit penerjemahan tersebut yaitu kata, istilah, idiom, kalimat dan peribahasa. Terkadang dengan menerjemahkan beberapa dari unit-unit tersebut, kita belum tentu mendapatkan maksud dari teks tersebut, karena ada idiom-idiom tertentu misalnya. Untuk itu idiompun perlu diperhaikan dalam proses menerjemahkan.

Ada banyak pengertian idiom dari beberapa ahli. Disini akan dikutip beberapa pendapat dari mereka: Nida dan Taber dalam skripsi Wulansari N. Amanah, ”Analisis Terjemahan Idiom Bahasa Inggris”, (1996) menyatakan pendapat mereka tentang idiom “Idiom is an expression consisting of several word and whose meaning cannot be derived from the meaningof individual word.” (1974, h. 202) Robert Dixson dalam buku Nurrachman Hanafi, “Teori dan Seni Menerjemahkan” (1984) hal.48 menyatakan pendapatnya bahwa idiom adalah suatu ungkapan yang memiliki arti berbeda dari arti satu persatu kata atas tiap komponennya. 

Dari kedua pendapat diatas kita bisa melihat persamaan bahwa idiom tidak bisa diartikan dari arti perkata. Kaitannya dengan penerjemahan, pendapat-pendapat diatas umumnya mengacu pada kesulitan menerjemahkan idiom yaitu idiom tidak dapat diterjemahkan secara harfiah dari satu bahasa ke bahasa lain. Seperti kita ketahui bahwa idiom tidak bisa diterjemahkan secara harfiah. Idiom tidak bisa diruntut dan diartikan kata demi kata.

Idiom adalah satu kesatuan. Maka muncullah banyak kesulitan dalam menerjrmahkan makna idiom, Mungkin kita terkadang bisa menduga-duga arti dari sebuah idiom terutama bila ada padanan yang mirip dengan bahasa sasaran, misalnya “at last” at = pada; last = akhir; lalu kita hubung-hubungkan dengan bahasa kita menjadi “pada akhirnya” atau bentuk yang lebih dulitmisalnya “to eat out”. Kita mungakin akan mengartikan kata “eat” menjadi “makan” lalu “out” dengan “keluar”kemudian kita hubungkan menjadi makan diluar, yang dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksudnya sama yaitu makan di luar rumah misalnya di Restoran atau Kafe. Namun tidak selamanya kita bisa memakai metode diatas karena akan muncul bentuk idiom-idiom yang mungkin sama dalam konstruksinya (kata kerja +preposisi).

Misalnya “to look for” bila kita artikan secara harfiah adalah “melihat untuk”. Namun arti sebenarnya berbedajauh yaitu “mencari” = “to seek”. Bentuk konstruksi suatu idiom tidak hanya nerupa kata kerja namun bisa berupa kata keterangan seperti “all at once” dan “right away”, kata sifat seperti “in charge of” atau gabungan k.kerja + k.sifat seperti “to get lost”.

Contoh: Better safe than sorry, artinya "lebih baik bersiap-siap dari pada menyesal"

Inilah contoh idom lebih lengakapnya.

0 komentar:

Post a Comment